Kekuatan Baru Damar

Kekuatan Baru Damar

Dongeng Anak Oleh ika 4 jam yang lalu

Sinopsis

Damar adalah anak kelas empat SD yang pendiam dan baik.


Siang itu di sekolah, di lorong depan perpustakaan, seorang kakak kelas menghadang Damar.


"Damar, minggir!" kata kakak kelas itu sambil mendorong bahu Damar.


Buku-buku Damar yang ia peluk terjatuh ke lantai. Damar merasa takut dan sedih. Dadanya berdebar kencang.



Tiba-tiba, sesuatu yang aneh terjadi.


Buku yang jatuh di lantai bergetar. Damar tidak menyentuhnya sama sekali. Buku itu melayang pelan di udara, lalu — WUSHH — terbang dan mengenai wajah kakak kelas.


"Aw!" seru kakak kelas itu kaget. Ia tidak marah lagi, ia malah bingung. "Buku ini bisa terbang?"



Damar juga sangat terkejut. Ia tidak bermaksud melukai. Wajahnya pucat. Ia segera mengambil bukunya dan langsung berlari pulang.



Setiba di rumah, Damar masuk ke kamar, menutup pintu pelan, dan mengunci.


Di dalam kamar yang sepi, jantung Damar masih berdebar.



"Apa yang terjadi tadi? Bagaimana buku itu bisa terbang?" bisik Damar.


Damar meletakkan sebuah pensil di atas meja. Ia menatap pensil itu. Ia mengingat rasa takut tadi.


"Angkat... tolong angkat," kata Damar pelan.


Pensil itu bergoyang sedikit. Lalu, pensil itu terangkat satu senti. Jatuh lagi.


Damar mencoba lagi dengan lebih tenang. Ia menarik napas dalam-dalam. Ia tidak boleh marah. Ia harus fokus.


Kali ini, dengan mata yang sedikit bersinar biru, Damar mengangkat tangannya. Pensil itu melayang! Satu, dua, tiga detik di udara.


Damar berhasil. Ia baru menyadari, ia memiliki kekuatan *telekinesis*. Kekuatan menggerakkan benda dengan pikiran.



Tetapi Damar juga menyadari satu hal penting. Kekuatan itu muncul saat ia takut dan mendorong orang lain bisa terluka.


Damar berjanji dalam hati, "Aku tidak akan memakai kekuatan ini untuk membalas. Aku akan belajar mengendalikannya untuk kebaikan. Besok aku akan minta maaf kepada kakak kelas karena bukuku mengenainya."


Di dalam kamar itu, Pahlawan Super Damar baru saja lahir. Bukan karena ia hebat, tetapi karena ia mau belajar bertanggung jawab atas kekuatannya.

Tag

#fantasi #petualangan #keberanian

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar untuk cerita ini.